Gaya Busana Muslimah Dewi Sandra

Diposting oleh moga on Senin, 29 Juli 2013

Muslimah Gaya OnlineGaya Busana Muslimah Dewi SandraMuslimah Gaya OnlineMuslimah Gaya Sejak mengenakan hijab pada akhir tahun lalu, penyanyi Dewi Sandra mengaku memerlukan waktu untuk beradaptasi, terutama dalam soal berpakaian. Adaptasi termasuk dibutuhkannya saat berlibur. Dewi mengaku hobi travelling.
Read More

Wajibkah Muslimah Menutup Punggung Tangan Kala Shalat?

Diposting oleh moga on Rabu, 24 Juli 2013


Muslimah Gaya Tren busana Muslimah yang berkembang pesat memang cukup menggembirakan. Perkembangan busana tersebut juga merambah pada desain dan konsep mukena. Sebagian mukena, desainnya menyisakan punggung atas kedua tangan (bukan telapak tangan), terbuka. Dalam kondisi terbuka kedua punggung tangan ini lah, Muslimah menjalankan shalat. Lalu, apa hukum menutup punggung dan kedua telapak tangan saat shalat?


Soal kewajiban menutup kedua telapak tangan, para ulama berbeda pendapat. Menurut pandangan mayoritas ulama, hukum menutup kedua telapak tangan bagi perempuan saat shalat adalah tidak wajib. Ini merupakan opsi yang dirujuk oleh Mazhab Hanafi, Maliki, dan Syafii. Salah satu riwayat Imam Ahmad juga mengatakan demikian. Karena itu, Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qudamah memilih pandangan ini.


Mereka mengemukakan sejumlah argumen dan dalil. Di antaranya adalah hadis riwayat Aisyah yang dinukilkan oleh Abu Dawud. Hadis itu menyebutkan bahwa, perempuan yang telah mengalami menstruasi maka wajib menutup aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangan.


Riwayat Bukhari dari Abdullah bin Umar menguatkan hadis ini. Pada riwayat tersebut, Rasulullah SAW mengimbau agar Muslimah tidak mengenakan sarung tangan. Ibnu Qudamah berkomentar, seandainya kedua telapak tangan itu wajib ditutup saat shalat maka tentu imbauan tersebut tidak akan ada.


Selain kedua riwayat tersebut, kelompok ini juga merujuk pada tafsir Ibnu Abbas. Sahabat Rasul yang berjuluk tarjaman Alquran tersebut menyatakan pengecualian anggota tubuh yang mesti ditutup dari surah an-Nur ayat 31, yakni muka dan kedua telapak tangan.


Opsi kedua mengatakan, kedua telapak tangan Muslimah adalah aurat, kerena itu harus ditutup, baik saat shalat maupun tidak. Pendapat ini merupakan pilihan Mazhab Hanbali dan az-Zhahiri.


Guna memperkuat pendapat mereka, kelompok ini merujuk hadis riwayat Turmudzi dari Abdullah bin Mas'ud. Hadis itu menegaskan, perempuan pada hakikatnya adalah aurat secara keseluruhan. Baik saat shalat atau kondisi normal.


Maka, merujuk pada pernyatan dari kedua arus pendapat di atas, punggung bagian luar dari tangan harus tertutup saat shalat. Bila mengacu pada opsi pertama maka yang boleh tampak hanyak kedua telapak tangan. Sedangkan kedua punggung tangan bagian luar, tetap harus tertutup saat shalat. Apalagi, mengaca pada kelompok kedua. Sudah pasti, tiap jengkal kedua tangan mesti ditutup.


Lalu, bagaimana bila bagian yang wajib tertutup itu terbuka secara tidak sengaja? Para ulama kembali berbeda pandangan. Menurut Mazhab Syafii, bila bagian yang wajib tertutup saat shalat terbuka di luar kesengajaan maka selama tidak ditutup dengan segera atau dibiarkan begitu saja, berpotensi merusak keabsahan shalat.


Sedangkan, dalam kajian Mazhab Hanbali, bagian yang terbuka secara tidak sengaja tersebut tidak membatalkan kesahihan shalat. Selama, kadar yang tersingkap tidak parah dan hanya sedikit.


Di kalangan Mazhab Hanafi, yang dianggap bisa membatalkan shalat, bila aurat tersebut tersingkap dengan kadar seperempat anggota aurat. Baik saat menunaikan rukun ataupun sunat shalat. Maka, pendapat yang lebih berhati-hati adalah opsi yang dikemukakan oleh Mazhab Syafii, yakni bila tak ditutup segera setelah mengetahui maka bisa berdampak pada batalnya shalat.


Read More

[VIDEO] Ngabuburit, Model Muslimah Gelar Busana di Transsemarang

Diposting oleh moga


Muslimah Gaya, Semarang : Jelang waktu berbuka puasa, penumpang bus Transsemarang, Jawa Tengah, dihibur sejumlah model cantik yang berlenggak-lenggok memperagakan busana muslim yang dikenakan. Tak hanya itu, sejumlah model juga membagikan makanan berbuka atau takjil kepada para penumpang.


Dalam tayangan Liputan 6 SCTV Malam, Senin (22/7/2013), diiringi lagu Maher Zain yang berjudul Insya Allah, peragaan busana yang tak pernah diduga sebelumnya oleh penumpang membuat suasana di dalam bus menjadi segar.


Meski diperagakan di atas koridor bus yang sangat sempit, namun para model tersebut tak merasa canggung. Bahkan, mereka bersemangat berlenggak-lenggok sambil sesekali melempar senyum ke arah penumpang. Para penumpang yang awalnya terkejut dengan kehadiran para model cantik ini pun terhibur dan terpesona dengan pertunjukan yang tidak biasa.


Selain memasyarakatkan busana muslimah, peragaan busana yang dikemas unik itu juga digelar dalam rangka mengenalkan pentingnya bersedekah atau memberi kepada musafir atau orang-orang yang tengah dalam perjalanan. (Gen/Adi)


Read More

Guru Muslimah Filipina Dilarang Berjilbab di Kelas

Diposting oleh moga


Muslimah Gaya MANILA -- Kebijakan diskriminatif diterapkan Kementerian Pendidikan Filipina kepada guru berjilbab. Mereka dilarang mengenakan jilbab selama di kelas.


Kementerian berdalih kebijakan Ini dimaksudkan guna mempromosikan hubungan yang baik antara guru dan pelajar. "Kebijakan Ini merupakan bagian reformasi pendidikan guna membuat sekolah lebih sensitif terhadap agama," kata Menteri Pendidikan Filipina, Armin Luistro kepada AFP seperti dikutip Alarabiya.net, Rabu (24/7).Kebijakan itu tidak berlaku bagi pelajar. Para pelajar Muslimah yang mengenakan jilbab diperbolehkan tetap memakainya di dalam kelas. Pelajar Muslimah juga diperkenankan mengenakan pakaian khusus ketika mengikuti pelajaran olahraga. Ketika dikonformasi ke Lembaga Urusan Agama Islam Filipina, mereka mengaku tidak pernah mendapat edaran kebijakan tersebut. "Kami tidak tahu ada kebijakan itu. Kami tidak tahu berapa jumlah guru berjilbab, yang pasti jumlahnya sangat banyak bila anda berbicara wilayah Filipina Selatan," kata Roque Morales, juru bicara lembaga tersebut. Morales mengungkap sejauh ini belum ada protes dari umat Islam soal ini.


Read More

Empat muslimah Malaysia dilarang ikut kontes kecantikan

Diposting oleh moga on Selasa, 23 Juli 2013

Reporter : Vincent Asido Panggabean



Empat peserta kontes kecantikan Miss World 2013 asal Malaysia telah digugurkan setelah sebuah fatwa melarang mereka berpartisipasi dalam ajang itu. Keempatnya merupakan muslim.


Situs asiaone.com melaporkan, Senin (22/7), Anna Lim, panitia penyelenggara, mengatakan keputusan itu dibuat mengikuti pernyataan Ulama Wilayah Persekutuan Wan Zahidi Wan Teh yang menentang partisipasi keempat finalis.


"Kompetisi akan terus berlanjut seperti biasa dan kami sangat gembira menyajikan kontes kecantikan terbaik untuk finalis non-muslim kami," kata Anna.


Keempat peserta yang digugurkan adalah Kathrina Ridzuan (23 tahun), Miera Sheikh (19 tahun), Wafa Johanna De Korte (19 tahun), dan Sara Amelia Muhamad Bernard (20 tahun).


Wan Zahidi mengatakan perempuan muslim tidak boleh berpartisipasi atau membuat kontes kecantikan seperti itu, yang telah dinyatakan haram dan dosa.


Dia menjelaskan fatwa itu telah dikeluarkan pada 8 Februari 1996, di bawah Undang-Undang Hukum Islam (FT) 1993.


Wafa Johanna turut menyatakan kekecewaannya dengan keputusan pihak penyelenggara.


Menurut mantan juara ajang Pencarian Model Wajah Asia Terbaru 2012 itu, mereka hanya diminta untuk mengenakan pakaian olahraga atau pakaian yang cocok untuk gadis-gadis muslim selama berlangsungnya kompetisi yang diadakan di Bali, Indonesia, dan bukan menggunakan pakaian renang atau bikini.


Read More

Umat Katolik Filipina larang guru muslimah berjilbab

Diposting oleh moga

Reporter : Pandasurya Wijaya



Umat Katolik Filipina yang menjadi mayoritas di negeri itu hari ini meminta guru-guru muslim di sekolah melepas jilbab mereka untuk membangun hubungan keharmonisan antara guru dan murid.Situs asiaone.com melaporkan, Selasa (23/7), Sekretaris Pendidikan Armin Luistro mengatakan permintaan itu sebagai upaya reformasi untuk membuat sekolah lebih peka terhadap agama.Namun untuk murid muslimah masih dibolehkan memakai jilbab atau pakaian sopan di ruang olah raga.Guru-guru muslimah dibolehkan mengenakan jilbab selama di luar kelas, tapi ketika di dalam kelas mereka harus melepas jilbabnya supaya bisa berinteraksi lebih baik dengan murid."Saat di dalam kelas guru harus melepas jilbabnya," kata pernyataan Sekretaris Pendidikan.Melihat wajah guru merupakan bagian dari bahasa pengajaran.Kantor Kementerian Urusan Muslim mengatakan setuju dengan pertimbangan departemen pendidikan itu tapi mereka belum menerima surat perintah itu.Penasihat kantor kementerian Roque Morales mengatakan dia tidak tahu berapa banyak guru muslimah di Filipina. Kebanyakan guru muslimah itu berada di Filipina selatan.Dia mengatakan kantornya sejauh ini belum menerima penolakan dari guru muslim.


Follow Berita # Filipina




Follow tag Muslimah Gaya akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Filipina, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Filipina.


Let's be smart, read the news in a new way.
Read More

Cari bakat model Aceh Sophie Paris gelar kontes busana muslimah

Diposting oleh moga


GUNA mencari bakat para modeling Aceh khususnya Banda Aceh, Sophie Paris menggelar kegiatan kontes busana muslim yang mengusung tema "Muslim Casual Trendy". Kontes tersebut diselenggarakan di pelataran parkir Barata, di depan Masjid Raya Baiturahman, Banda Aceh, Minggu, 21 Juli 2013.


Distributor Business Center, Sophie Paris cabang Banda Aceh, Irmafianti, kepada ATJEHPOSTcom mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan tersebut selain memperkenalkan produk-produk Sophie terutama untuk pakaian muslim, yang paling penting, kata dia, adalah mencari bakat modeling anak- anak aceh.


"Di sini kita coba mencari bakat anak Aceh di dunia modeling, khususnya anak- anak di Banda Aceh ini," ujarnya.


Kegiatan yang diselenggarakan Sophie Paris tersebut memperebutkan juara pertama, kedua, ketiga, untuk kategori anak- anak dan remaja. Kegiatan ini diikuti 43 peserta anak-anak dan 30 peserta remaja.


"Untuk dewan juri langsung hadir dari manajemen pusat di Jakarta," ujarnya.


Kegiatan kontes busana muslim yang dilaksanakan Sophie Paris itu, kata Irmafianti, dilaksanakan di empat kota di Indonesia, yaitu Makassar, Banda Aceh, Balikpapan dan juga Padang. Namun untuk Padang, kata dia, akan dilaksanakan minggu depan sedangkan Banda Aceh, Makasar dan Balikpapan diselenggarakan hari ini.


Selain kegiatan kontes busana muslimah, juga melakukan bazaar murah untuk berbagai jenis produk Sophie Paris yang dipajang di halaman Barata, serta pembagian takzil bagi 200 undangan.


"Untuk pembagian takzil akan kita lakukan dengan cara random atau acak. Ini terpaksa kita lakukan karena undangan melebih target," katanya.[] ihn


Read More

[VIDEO] Ngabuburit, Model Muslimah Gelar Busana di Transsemarang

Diposting oleh moga on Senin, 22 Juli 2013

[VIDEO] Ngabuburit, Model Muslimah Gelar Busana di Transsemarang



Muslimah Gaya, Semarang : Jelang waktu berbuka puasa, penumpang bus Transsemarang, Jawa Tengah, dihibur sejumlah model cantik yang berlenggak-lenggok memperagakan busana muslim yang dikenakan. Tak hanya itu, sejumlah model juga membagikan makanan berbuka atau takjil kepada para penumpang.


Dalam tayangan Liputan 6 SCTV Malam, Senin (22/7/2013), diiringi lagu Maher Zain yang berjudul Insya Allah, peragaan busana yang tak pernah diduga sebelumnya oleh penumpang membuat suasana di dalam bus menjadi segar.


Meski diperagakan di atas koridor bus yang sangat sempit, namun para model tersebut tak merasa canggung. Bahkan, mereka bersemangat berlenggak-lenggok sambil sesekali melempar senyum ke arah penumpang. Para penumpang yang awalnya terkejut dengan kehadiran para model cantik ini pun terhibur dan terpesona dengan pertunjukan yang tidak biasa.


Selain memasyarakatkan busana muslimah, peragaan busana yang dikemas unik itu juga digelar dalam rangka mengenalkan pentingnya bersedekah atau memberi kepada musafir atau orang-orang yang tengah dalam perjalanan. (Gen/Adi)



Read More

[VIDEO] Ngabuburit, Model Muslimah Gelar Busana di Transsemarang

Diposting oleh moga


Muslimah Gaya, Semarang : Jelang waktu berbuka puasa, penumpang bus Transsemarang, Jawa Tengah, dihibur sejumlah model cantik yang berlenggak-lenggok memperagakan busana muslim yang dikenakan. Tak hanya itu, sejumlah model juga membagikan makanan berbuka atau takjil kepada para penumpang.


Dalam tayangan Liputan 6 SCTV Malam, Senin (22/7/2013), diiringi lagu Maher Zain yang berjudul Insya Allah, peragaan busana yang tak pernah diduga sebelumnya oleh penumpang membuat suasana di dalam bus menjadi segar.


Meski diperagakan di atas koridor bus yang sangat sempit, namun para model tersebut tak merasa canggung. Bahkan, mereka bersemangat berlenggak-lenggok sambil sesekali melempar senyum ke arah penumpang. Para penumpang yang awalnya terkejut dengan kehadiran para model cantik ini pun terhibur dan terpesona dengan pertunjukan yang tidak biasa.


Selain memasyarakatkan busana muslimah, peragaan busana yang dikemas unik itu juga digelar dalam rangka mengenalkan pentingnya bersedekah atau memberi kepada musafir atau orang-orang yang tengah dalam perjalanan. (Gen/Adi)


Read More

[VIDEO] Penumpang Transsemarang Dihibur Model Cantik Muslimah

Diposting oleh moga


Muslimah Gaya, Semarang : Jelang waktu berbuka puasa, penumpang bus Transsemarang, Jawa Tengah, dihibur sejumlah model cantik yang berlenggak-lenggok memperagakan busana muslim yang dikenakan. Tak hanya itu, sejumlah model juga membagikan makanan berbuka atau takjil kepada para penumpang.




Dalam tayangan Liputan 6 SCTV Malam, Senin (22/7/2013), diiringi lagu Maher Zain yang berjudul Insya Allah, peragaan busana yang tak pernah diduga sebelumnya oleh penumpang membuat suasana di dalam bus menjadi segar.


Meski diperagakan di atas koridor bus yang sangat sempit, namun para model tersebut tak merasa canggung. Bahkan, mereka bersemangat berlenggak-lenggok sambil sesekali melempar senyum ke arah penumpang. Para penumpang yang awalnya terkejut dengan kehadiran para model cantik ini pun terhibur dan terpesona dengan pertunjukan yang tidak biasa.


Selain memasyarakatkan busana muslimah, peragaan busana yang dikemas unik itu juga digelar dalam rangka mengenalkan pentingnya bersedekah atau memberi kepada musafir atau orang-orang yang tengah dalam perjalanan. (Gen/Adi)


Read More

Hijab Itu Tak Modis? Ah Itu Pendapat Kuno

Diposting oleh moga on Sabtu, 20 Juli 2013


Hijabers Community Bandung (HCB) kembali menggelar event rutinnya




Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Daniel Ngantung

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Takut terlihat tak modis karena harus berkerudung? Alasan ini berdasarkan pengamatan pribadi Muhammad Assad, Msc masih ada dilontarkan seorang muslimah sehingga ogah berhijab.


Dalam buku terbarunya, "99 Hijab Stories - A Beautiful Spritiual Journey", terbitan Gramedia Pustaka Utama, yang resmi diluncurkan pada 17 Juli lalu menurut Assad, alasan ini mungkin berlaku pada tahun 1990an, tapi sudah tidak relevan lagi untuk zaman sekarang ini.


"Sejak tahun 2010, tren busana muslim Indonesia yang dimotori oleh hijab berkembang sangat pesat. Hijab telah menjadi semacam ikon baru di dunia fashion Indonesia.


Begitu pula dengan pandangan kalau berhijab itu akan berpengaruh pada penampilan. Karena hijab dianggap bukan membuat cantik. Bagaimana jawaban Assad?


Dalam penjelasannya untuk alasan ini, Assad membukanya dengan kalimat candaan: "Konon, hijab bisa membuat pemakainya terlihat tua dan jelek. Pertanyaannya, 'Emang tanpa hijab, situ cantik?'Hehehe..."


Menurut pengamatannya sebagai laki-laki, justru wanita berhijab itu lebih cantik, dan inner beauty-nya akan terpancar dengan jelas.


Read More

Muslimah di India dilarang salat tarawih di masjid

Diposting oleh moga on Jumat, 19 Juli 2013

Reporter : Pandasurya Wijaya



Komite Wakaf Kota Hassan di Negara Bagian Karnataka, India, menyatakan keberatan jika perempuan ikut salat tarawih di masjid selama Ramadan. Komite itu menyarankan Dewan Wakaf di Karnataka mengambil tindakan terhadap dewan masjid, seperti dilansir surat kabar the Hindu, Jumat (19/7).Namun pihak dewan masjid di kota itu mengatakan Dewan Wakaf tidak punya wewenang untuk menentukan siapa yang boleh atau tidak salat di masjid.Syed Umar Farooq, sekretaris dewan masjid mengatakan Dewan Wakaf itu tidak berhak menentukan siapa yang boleh atau tidak salat di masjid."Selama delapan hingga sepuluh tahun ini perempuan selalu ikut salat tarawih di masjid selama Ramadan. Kami telah membangun ruang khusus jamaah perempuan di masjid. Dewan Wakaf tidak berhak menentukan siapa yang boleh salat di sana."Rabu lalu rapat pertemuan pun diadakan setelah dewan masjid menerima pernyataan keberatan dari kelompok yang tidak ingin perempuan salat di masjid.Syed Khasim, ketua Dewan Wakaf di Hassan menyatakan keberatannya berdasarkan aturan syariat yang melarang perempuan salat tarawih di masjid.Dia mengatakan dewan masjid tidak mengindahkan keberatan mereka. "Saya telah menyarankan dewan untuk menunjuk koordinator guna membekukan dewan masjid yang seharusnya sudah habis masa kerjanya sejak dua tahun lalu. Saya juga minta pembiaran perempuan yang salat di masjid dihentikan," kata dia.


Follow Berita # India




Follow tag Muslimah Gaya akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita India, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar India.


Let's be smart, read the news in a new way.
Read More

Soraya Larasati Getol Berburu Baju Muslimah

Diposting oleh moga on Kamis, 18 Juli 2013

Soraya Larasati


Soraya Larasati menjadi satu di antara beberapa selebriti wanita yang saat ini mengenakan hijab. Ia mengaku yakin untuk mengenakan busana muslimah ini sejak melahirkan buah hati. Meskipun dorongan dan dukungan dari suami sebagai orang terdekat sudah ada sejak lama, namun Soraya tak mau keyakinannya untuk berhijab karena orang lain. Akhirnya, sekitar sebulan yang lalu dirinya pun memutuskan untuk berhijab. Dan sekarang, Soraya pun sedang getol untuk mengoleksi busana-busana muslimah yang akan dikenakannya. "Lagi terus berburu baju muslim, karena kan aku baru aja berhijab," kata Soraya di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta. Saat Lebaran nanti pun Soraya sudah membayangkan akan seperti apa busana yang akan dikenakan bersama anaknya. "Kepikiran untuk kasih matching sama anak. Cuma sekarang belum kalau buat lebaran. Tapi cewek, pasti nanti sempat aja," lanjutnya. "Warna apa aja, kalau bisa putih, ya putih. Ramadan banget suasananya," tandas Soraya. (kpl/net)



Read More

Kiat Pilih Busana Muslimah Sesuai Bentuk Tubuh

Diposting oleh moga


Muslimah Gaya Salah satu yang paling mendasar dari cara berbusana yang baik dan pantas adalah bentuk tubuh. Tapi jangan menyesali bentuk tubuh Anda, karena bagaimana pun Tuhan menciptakan manusia dengan potensi jiwa, akal, nafsu, dan kepribadian yang paling sempurna. Sementara itu, bentuk tubuh memang diciptakan beraneka ragam.


Dengan mengenal bentuk tubuh, seseorang biasanya mampu memilih beragam busana yang lebih pantas dikenakan karena berhasil mengeliminir kekurangannya dan memindahkan perhatian orang dengan membuat eye catching ke tempat yang lain yang netral. Misalnya ke bagian wajah, tangan, ujung gaun, atau bahkan ke ujung kaki. Berikut adalah pembagian bentuk tubuh tersebut dan tuntunan membuat eye catching untuk mengurangi kekurangan bentuk tubuh Anda. Selamat mencoba, dan semoga tampil lebih baik.


Di masyarakat sendiri berkembang empat macam bentuk tubuh. Bagaimana mengetahui bentuk tubuh kita? Untuk itu, berdirilah di depan cermin dengan pakaian senam. Bentuk tubuh ideal adalah jika panjang kaki (dari pangkal paha sampai telapak kaki) dua kali panjang tubuh bagian atas (dari leher sampai pinggul).


Bentuk Segitiga Terbalik

Bentuk tubuh ini dicirikan oleh bahu yang lebar, dada besar dan penuh, pinggang dan pinggul rata, pangkal lengan besar. Tubuh seperti ini berkesan besar dan berat. Untuk itu, hindarilah pemakaian baju dengan bantalan bahu yang tebal; epolet atau jahitan pas bahu; hiasan/ornamen sekitar dada, seperti saku dengan jahit tindas; jaket pendek sepinggang. Sebaiknya, gunakan pakaian dengan leher bentuk V; lengan raglan; garis pinggang turun; hiasan/ornamen dipindahkan di sekitar manset atau ujung bawah rok.


Bentuk Persegi Panjang

Bentuk tubuh ini dicirikan oleh bentuk yang seimbang antara bahu dan pinggul, tapi mempunyai pinggang yang lebar. Untuk wanita dengan bentuk tubuh seperti ini hindari busana yang ketat dan ikat pinggang/jaket pendek. Sebaiknya pilih busana yang longgar, jaket atau blazer yang menutup pinggul, tunik panjang dan pergunakan garis prinses.


Bentuk Jam Pasir atau Bentuk X

Wanita yang mempunyai bentuk tubuh ini memiliki bahu dan dada yang besar, pinggang yang kecil, dan pinggul yang juga besar. Dalam masyarakat bentuk ini yang paling ideal dan kerap disebut bentuk tubuh gitar atau seksi. Untuk menghindarkan pandangan orang dari bagian tubuh kita yang berlebihan, hendaknya hindari busana dengan potongan sambung di dada atau di pinggul, hiasan pada bahu dan pinggul, dan hindari rok yang dikerutkan. Anjuran untuk tubuh ini adalah setelan dengan siluet yang lurus, bahan pakaian yang lembut dan berat, dan tunik panjang melebihi pinggul.


Bentuk Lingkaran atau Bulat

Bentuk tubuh seperti ini biasanya dipunyai oleh wanita yang sudah berusia dan sekaligus gemuk. Mereka mempunyai bahu, dada, pinggang, dan pinggul besar, torso yang pendek dengan perut yang menonjol. Dengan bentuk tubuh seperti ini seorang wanita agak kesulitan dalam memilih dan mengikuti trend busana, tapi tetap ada yang bisa dipilih untuk bentuk tubuh seperti ini. Misalnya: tunik/blouse panjang dan longgar; bahan pakaian/tekstil yang bermotif garis kecil vertikal; dan warna busana yang cenderung medium dan gelap. Tentu banyak yang harus dijaga dan dihindari dari cara berpakaian untuk bentuk badan seperti ini. Misalnya jangan sekalipun memakai ikat pinggang dan hindari tekstil yang ada teksturnya seperti berpita, berbulu, atau smok.


Read More

Demi Memikat Pasangan, 95 Persen Wanita Ber

Diposting oleh moga




TRIBUNNEWS.COM -Satu dari empat perempuan di Inggris ternyata kerap tidur dengan tetap menggunakan make-up. Ini merupakan kebiasaan rahasia yang dilakukan 95 persen perempuan hanya agar tetap terlihat cantik di depan pasangan saat bangun tidur.


Hanya demi tampil cantik di depan pasangan saat bangun tidur, para perempuan ini mengabaikan dampak negatif yang disebabkan oleh make-up saat mereka sedang tidur.


Survei ini ditanyakan kepada lebih dari 1.500 perempuan Inggris tentang kebiasaan tidur mereka. Didapati bahwa mereka merasa tidak aman jika tidur tanpa make-up, bahkan setengah di antaranya mengenakan riasan lengkap.


Mereka kerap berbohong bahwa mereka tidak memakai make-up saat tidur. Setengah dari responden yang disurvei juga berbohong kepada pasangan bahwa mereka telah membersihkan make-up sebelum tidur.


Tekanan untuk terlihat cantik di pagi hari telah menjadi alasan utama mengapa perempuan melakukan hal ini. Banyak dari mereka yang mengaku ingin terlihat baik saat akan tidur dan bangun tidur.


"Mengingat lonjakan kesadaran tentang hubungan antara tidur dan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, saya harus mengakui temuan ini sedikit mengejutkan kami," jelas Jed MacEwan, dari Ergoflex Inggris, yang melakukan penelitian itu.


"Walaupun mereka tahu dampak negatif secara klinis pada kesehatan kulit yang disebabkan jika tidak membersihkan make-up saat tidur, tapi ternyata banyak sekali perempuan yang mengaku tetap menggunakan riasan pada saat mereka tidur agar terlihat cantik," imbuhnya.


Setiap orang membutuhkan tidur yang berkualitas di malam hari, karena regenerasi kulit terjadi saat Anda tidur. Itu sebabnya, para peneliti kini mendesak semua perempuan untuk memprioritaskan kesehatan kulit daripada memaksakan diri tidur tanpa menghapus make-up.


Lagipula, pada dasarnya pria tidak akan tahu secara detail keadaan kulit Anda. Jadi, biasakan untuk menjaga kesehatan kulit wajah dengan membersihkan make-up saat akan tidur.


Wahyu Utami/ Felicitas Harmandini


Read More

Review: Kisah 99 Muslimah Saat Berhijab

Diposting oleh moga


Muslimah Gaya.com - Ada rasa bangga yang terselip di hati Muhammad Assad ketika melihat perempuan Indonesia yang berhijab. Baginya, hijab tak cuma membuat muslimah menjadi lebih cantik secara hati tapi juga fisik.


Namun, arti hijab di matanya tak cuma itu saja. Lebih dalam bagi Assad, hijab justru melambangkan identitas dan kekuatan seorang perempuan Muslim dalam mempertahankan imannya.


Kekaguman atas ketabahan dan kekuatan muslimah dalam mempertahankan hijabnya serta pergulatan batinnya untuk menghadapi tantangan dunia, membuat pria kelahiran 16 Januari 1987 ini menuliskan sebuah buku yang diberi judul 99 Hijab Stories: A Beautiful Spiritual Journey.


"Selama ini buku hijab yang sudah beredar di pasaran adalah buku-buku yang berisi tentang tutorial hijab ataupun fashion hijab. Tapi belum ada yang menuliskan tentang perjuangan perempuan saat memutuskan untuk memakai hijab dan mempertahankannya di lingkungan sekitarnya," jelas Assad saat peluncuran bukunya di Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (17/7/2013) lalu.


Seperti namanya, buku ini berisi tentang perjuangan 99 perempuan dari berbagai kalangan dan profesi saat mendapat hidayah berhijab. Ke 99 perempuan ini memiliki profesi yang berbeda-beda, dari pejabat, artis, penyanyi, model, desainer, pramugari, hingga supir busway yang memakai hijab dalam kesehariannya.


Buku setebal 531 halaman ini dibagi dalam tiga bab besar. Bab pertama menceritakan tentang kedekatan hubungan antara perempuan dan hijab. Bab kedua, Assad memaparkan 10 alasan klasik perempuan enggan berhijab. Dan di bab ketiga, ia berbagi cerita dari 99 perempuan tersebut tentang hijabnya.


"Bab ketiga dibagi lagi ke dalam tiga sub-bab yang memisahkan perempuan tersebut dalam tiga kategori, yaitu Tokoh Inspirasi, Figur Publik, dan Ragam Profesi," jelasnya.


Perempuan-perempuan yang dipilih dalam Tokoh Inspirasi berjumlah 15 orang, antara lain Mufidah Jusuf Kalla (istri Jusuf Kalla), Okke Hatta Rajasa (Ketua Cita Tenun Indonesia, istri Hatta Rajasa), Dewi Motik, Bunda Iffet (ibunda Bimbim Slank), Nafsiah Dahlan Iskan (istri Dahlan Iskan), Nani Wijaya (aktris senior), Netty Heryawan (istri Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan), dan Ratu Atut (Gubernur Banten).


Sedangkan untuk Figur Publik, di antaranya adalah Dewi Sandra, Inneke Koesherawati, Rachel Maryam, Lyra Virna, Ratih Sang, Dian Pelangi, Marshanda, Nuri Maulida, Risty Tagor, dan Zaskia Sungkar.


"Ada kriteria tersendiri untuk memilih semua perempuan ini. Yang pasti mereka harus memiliki pengaruh positif bagi banyak perempuan, dan juga berprestasi," tambahnya.


Mungkin bagian yang paling menarik dalam buku ini adalah menyimak kisah-kisah perempuan yang "bukan siapa-siapa" (bukan pejabat atau figur publik) dalam berhijab. Pria lulusan S2 Islamic Finance di Hamad bin Khalifa University, Qatar, ini merangkum cerita hijab dari 25 perempuan.


"Untuk mendapatkan cerita mereka, saya hanya blast di twitter dan meminta semua follower saya untuk mengirimkan pengalaman menarik mereka ketika berhijab. Hari pertama tidak ada yang mengirim sama sekali, tapi di hari kedua saya mulai dibanjiri email. Terakhir, terkumpul sampai 1000 email tapi sayangnya harus diseleksi sampai 25 cerita paling inspiratif saja," kenangnya.


Melalui buku ini, Assad berharap bisa menginspirasi muslimah yang belum berhijab agar segera berhijab. Sedangkan bagi yang sudah berhijab, ia berharap buku ini bisa membuat mereka lebih mantap berhijab sampai akhir hayat.


Kisah paling inspiratifDiakui Assad, selama 1,5 tahun proses pembuatan buku ini ia menemukan banyak cerita inspiratif dan membuatnya cukup terharu. Bagi semua perempuan ini, berhijab diakui bisa menguatkan mereka menghadapi cobaan, membantu menjaga kehormatan diri, membantu menjadi manusia baru, dan juga menjadi bukti penghargaan Islam kepada perempuan.


Ketika ditanya cerita mana yang menurutnya paling inspiratif, Assad mengaku bahwa cerita dari Lily Damayanti lah yang paling berkesan. "Ketika berhijab, ia hanya punya tujuan untuk bisa mendoakan ibunya dan ingin mencium wangi surga," terangnya.


Di tahun 2007, ibu Lily meninggal dan ia berjanji untuk memperbaiki diri dan kualitas hidupnya, termasuk memakai hijab agar arwah sang ibu diterima di surga. Singkat cerita, ia pun melanjutkan hidupnya dan melamar pekerjaan sebagai pramudi busway. Namun, ia hanya memakai hijab saat bertugas di malam hari agar terhindar dari bahaya, dan setelah bekerja hijabnya dilepas kembali.


Setelah menikah dan punya anak, suatu saat Lily mendapat hidayah melalui tayangan religi di televisi yang sangat membekas di hatinya. "Menutup aurat itu wajib bagi perempuan. Apabila tidak dijalankan, jangankan masuk surga, mencium wanginya pun tidak akan bisa!"


Perkataan ini membuatnya tersentak dan memutuskan untuk memakai hijab seterusnya. Dengan memakai hijab, ia berharap bisa mendoakan arwah ibundanya dan bisa mencium wangi surga. Selain itu, dalam kehidupan duniawinya, Lily juga mendapatkan manfaat dari berhijab, yaitu merasa lebih aman saat bekerja dan lebih dihargai (Lily Damayanti, Berhijab Agar Dapat Mencium Wangi Surga, halaman 476).


Judul buku: 99 Hijab Stories: A Beautiful Spiritual JourneyTebal: 531 halamanHarga: Rp 99.000Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama


Read More

Demi Memikat Pasangan, 95 Persen Wanita Ber

Diposting oleh moga




TRIBUNNEWS.COM -Satu dari empat perempuan di Inggris ternyata kerap tidur dengan tetap menggunakan make-up. Ini merupakan kebiasaan rahasia yang dilakukan 95 persen perempuan hanya agar tetap terlihat cantik di depan pasangan saat bangun tidur.


Hanya demi tampil cantik di depan pasangan saat bangun tidur, para perempuan ini mengabaikan dampak negatif yang disebabkan oleh make-up saat mereka sedang tidur.


Survei ini ditanyakan kepada lebih dari 1.500 perempuan Inggris tentang kebiasaan tidur mereka. Didapati bahwa mereka merasa tidak aman jika tidur tanpa make-up, bahkan setengah di antaranya mengenakan riasan lengkap.


Mereka kerap berbohong bahwa mereka tidak memakai make-up saat tidur. Setengah dari responden yang disurvei juga berbohong kepada pasangan bahwa mereka telah membersihkan make-up sebelum tidur.


Tekanan untuk terlihat cantik di pagi hari telah menjadi alasan utama mengapa perempuan melakukan hal ini. Banyak dari mereka yang mengaku ingin terlihat baik saat akan tidur dan bangun tidur.


"Mengingat lonjakan kesadaran tentang hubungan antara tidur dan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, saya harus mengakui temuan ini sedikit mengejutkan kami," jelas Jed MacEwan, dari Ergoflex Inggris, yang melakukan penelitian itu.


"Walaupun mereka tahu dampak negatif secara klinis pada kesehatan kulit yang disebabkan jika tidak membersihkan make-up saat tidur, tapi ternyata banyak sekali perempuan yang mengaku tetap menggunakan riasan pada saat mereka tidur agar terlihat cantik," imbuhnya.


Setiap orang membutuhkan tidur yang berkualitas di malam hari, karena regenerasi kulit terjadi saat Anda tidur. Itu sebabnya, para peneliti kini mendesak semua perempuan untuk memprioritaskan kesehatan kulit daripada memaksakan diri tidur tanpa menghapus make-up.


Lagipula, pada dasarnya pria tidak akan tahu secara detail keadaan kulit Anda. Jadi, biasakan untuk menjaga kesehatan kulit wajah dengan membersihkan make-up saat akan tidur.


Wahyu Utami/ Felicitas Harmandini


Read More

MISS WORLD 2013 : Muslimah HTI Menolak Miss World di Indonesia

Diposting oleh moga

SoloposMISS WORLD 2013 : Muslimah HTI Menolak Miss World di IndonesiaSoloposDelegasi Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan kunjungan ke Media Grup Solopos, Kamis (18/7/2013). Kunjungan diterima Redaktur Redaksi Harian Solopos, Abu Nadhif (kanan), didampingi jajaran redaksi. (Is Ariyanto/JIBI/Solopos).
Read More

Dian Pelangi, 'Trend Setter' Busana Muslimah

Diposting oleh moga on Rabu, 17 Juli 2013


Muslimah Gaya.CO.ID -- Berasal dari keluarga pengusaha fashion, sejak kecil Dian Pelangi akrab dengan dunia mode.


Pengalaman melihat ayah dan bundanya berinteraksi dengan batik dan songket Palembang menjadi bekal awalnya bereks perimen dengan kain, motif, warna, dan tentunya desain busana.


Ia juga pandai berdandan dengan gaya hijab yang khas. "Saya awalnya hanya mencari gaya hijab yang cocok untuk saya kenakan," kenang perempuan bernama asli Dian Wahyu Utami ini.


Teman-teman kuliah terkesan dengan cara Dian berpakaian. Beberapa di antaranya minta agar Dian merancang baju untuk mereka. Blog dianrainbow.com pun menjadi referensi para pecinta mode busana Muslimah.


Mereka termanjakan dengan tutorial hijab dan gaya tabrak warna yang menjadi ciri khasnya sejak 2009. Antusiasme pecinta fashion terhadap gaya Dian menginspirasi lahirnya label DP, second line dari label Dian Pelangi yang diperkenalkan sang bunda lebih dari 22 tahun silam.


"Baju-baju yang sering aku pakai ialah baju labelku sendiri," kata Dian yang rajin mengunggah fotonya di Facebook, Twitter, dan Instagram ini.


Sebagai bloger, Dian berteman dekat dengan bloger Muslimah di belahan bumi lainnya. Kedekatan itu memudahkannya untuk mendatangkan bloger kondang sebagai pembicara di Sisterhood, ajang silaturahim Dian Pelangi menjelang Ramadhan.


Tahun lalu, Dian mengajak bloger kondang Hana Tajima yang keturunan Inggris-Jepang dan Dina Tokio yang keturunan Arab ke Indonesia.


Ke duanya datang dari Inggris untuk memeriahkan Sisterhood 2012. Awal Juli 2013, ia menghadirkan Ascia Akf yang terkenal sebagai fashion blogger asal Kuwait untuk hadir pada event yang sama.


Beragam pengalaman hidup tersebut memantapkan langkah Dian di dunia desainer mode profesional. Ia seolah tak mengalami kesulitan berarti dalam menembus pasar.


Mengusung batik tye die, ia pun mendapatkan tem patnya sebagai salah satu trend setter busana Muslim. Pecinta fashion dari berbagai negara pun menjadi konsumen setianya. "Saya ingin membuat kreasi yang berbeda namun tetap di garis-Nya," kata salah satu pendiri Hijabers Community ini.


Dian berharap, Muslimah yang masih takut untuk berhijab bisa segera menutup auratnya dengan sempurna. Terlebih, bukan cuma gamis dan abaya saja yang tersedia di pasaran.


Banyak alternatif gaya busana Muslimah yang dapat dipilih untuk memantapkan hati. Ia telah membuktikan, hijab bukan penghalang bagi Muslimah untuk berkarya. "Justru busana Muslim dengan hijab syar'i menjadi identitas nan membanggakan," tutur perempuan berusia 22 tahun ini.


Melihat bermunculannya perancang busana Muslim, Dian merasa tak terganggu. Dia justru senang mendapatkan teman seperjuangan. Persaingan adalah hal lumrah dalam berbisnis.


"Itu bukan penghalang melainkan pemecut kreativitas," komentar Dian yang menyebutkan pashmina dan hijab sebagai produknya yang paling laris.


Sibuk ragam bisnis fashion, Dian tak kesulitan membagi waktu dengan keluarganya. Ia bersyukur label Dian Pelangi menjadi usaha keluarga yang dikelola bersama orang tua, saudara, dan juga suaminya.


Read More

Berhijab Soraya Larasati Getol Berburu Baju Muslimah

Diposting oleh moga


Kapanlagi.com - Soraya Larasati menjadi satu di antara beberapa selebriti wanita yang saat ini mengenakan hijab. Ia mengaku yakin untuk mengenakan busana muslimah ini sejak melahirkan buah hati.


Meskipun dorongan dan dukungan dari suami sebagai orang terdekat sudah ada sejak lama, namun Soraya tak mau keyakinannya untuk berhijab karena orang lain.


Akhirnya, sekitar sebulan yang lalu dirinya pun memutuskan untuk berhijab. Dan sekarang, Soraya pun sedang getol untuk mengoleksi busana-busana muslimah yang akan dikenakannya.


"Lagi terus berburu baju muslim, karena kan aku baru aja berhijab," kata Soraya di Gedung Trans TV, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (16/7).


Saat Lebaran nanti pun Soraya sudah membayangkan akan seperti apa busana yang akan dikenakan bersama anaknya.


"Kepikiran untuk kasih matching sama anak. Cuma sekarang belum kalau buat lebaran. Tapi cewek, pasti nanti sempat aja," lanjutnya.


"Warna apa aja, kalau bisa putih, ya putih. Ramadan banget suasananya," tandas Soraya.


Baca juga yang berikut ini:


Seleb Ganteng Pakai Kostum Sepak Bola, Makin Keren Nggak Ya?Hal Penting Soal Ramadan, Ada Yang Belum Anda Tahu?Fashion Klasik Amerika Memang Nggak Ada Matinya! Kamu Punya?Suka JKT48? Ini Dia Fakta-Fakta Menarik Soal Melody!Pasangan Homo dan Lesbi Ini Akhirnya Bisa Menikah... (kpl/ato/dew)


Read More

HmC Store, Wadah Komunitas Muslimah Berkarya

Diposting oleh moga on Senin, 15 Juli 2013

Hijabersmom Community (Foto: Website HmC)

KOMUNITAS Hijabersmom memang bukan sekadar komunitas perempuan saja. Namun, Hijabersmom juga menjadi sebuah wadah bagi mereka untuk berkarya.Kali ini, komunitas yang diketuai oleh desainer ternama Irna Mutiara itu membuat sebuah gebrakan baru dengan menghadirkan Hijabersmom Community Store atau HmC Store. Adalah sebuah toko serba ada yang menyediakan berbagai kebutuhan untuk para ibu. Sebut saja seperti busana, aksesori, perlengkapan kecantikan, bahkan perlengkapan rumah tangga dan makanan."Menariknya, seluruh produk yang tersedia di HmC tersebut adalah hasil dari para anggota HmC," jelas Irna dalam siaran pers yang diterima redaksi Muslimah Gaya, Senin (15/7/2013). Bertempat di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, HmC Store berdiri di atas lahan berukuran kurang lebih 500 meter persegi. Toko tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti mushola, nursery room, dan meeting room. Seluruh fasilitas tersebut memang sengaja dirancang untuk mewadahi kepentingan para ibu.Lebih lanjut, Irna berharap melalui HMC store bisa menjadi satu ajang silaturahmi. "Selain itu, para konsumen juga bisa mendapat kemudahan berbelanja dalam satu toko yang lengkap," tutup desainer dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini. (tty)


Read More

Blogg: La oss ta livet av en myte

Diposting oleh moga on Minggu, 14 Juli 2013

Trodde du hijaben måtte være grå og kjedelig? Tro om igjen! Neonfarger, turkis, rosa og orange er sommerens store hijab-slagere for moteinteresserte jenter i Egypt.



SOMMERENS FARGER: Min franske venninne Raphaëlle får ei innføring i hijab-mote ved en stand på shopping-senteret City Stars i Kairo. Ekspeditrisen forteller at sommerens mest populære farger uten tvil er neon, orange, rosa og turkis.


- I år vil jentenene vises. Derfor er det sterke, til dels skrikende farger som gjelder denne sommeren, sier Dina, ekspeditrise ved Tie Shop, en av de desidert mest populære tørkle-butikkene ved City Stars, ett av Egypts største kjøpesenter.


I dette gigantiske shoppingkomplekset ligger luksusbutikkene side om side med de internasjonale kjedebutikkene - samt enkelte tørklebutikker. Hit kommer over- og middelklassen for å dra på shopping, eller bare "henge" i de klimatiserte lokalene og spise yoghurt-is.


- Mitt inntrykk er at jentene stadig tør å eksperimentere mer når det kommer til hijaben, både når det gjelder farger og knytemåter, sier Dina.



TIE SHOP: På denne butikken handler mange motebevisste jenter hijabene sine. Enkelte jenter forteller at de har mellom 20 og 30 hijaber hjemme hos seg. Altså noe for hvert et antrekk.



EKSPERT: Ekspeditrisen ved Tie Shop har stylet mang en hijab gjennom årene. Her har hun plukket ut en hun mente var passende til meg. Merk for øvrig at blusen jeg går med, ikke er passende hijab-materiale. For går du først med hijab, er det ikke bra å vise for mye hud. Derfor velger enkelte som for eksempel går med den spanske varianten, som er åpen i halsen, å bruke en høyhalset genser.


Hun viser frem butikkens utstillingsvindu, hvor dukkene står på rekke og rad i moteriktige hijaber og solbriller. Butikken har en egen hijab-stylist som én gang i måneden kommer innom butikken for å kle på dukkene etter det skiftene motebildet.


Tradisjonell hijab, eller kanskje den spanske varianten hvor du knytter tørklet bak? Eller hva med tradisjonell hijab med en vri - rose på siden eller flette i halsgropen? Det er noe for enhver smak på hijab-butikkene.



MULIGHETER: Det finnes en hijab for enhver smak. Selv har jeg helt forelsket meg i hijaben nede til venstre, stylet med rosa solbriller.


Både på kjøpesenteret og i Kairos gater, går vakre hijabjenter rundt, så moteriktige at en nesten skulle ønske dette hodeplagget var vanlig motetilbehør. Nå er kanskje jeg påvirket etter et år med hijab på deltid ved Al Azhar-universitetet, men jeg synes hijab kan være fantastisk stilig! Båret på riktig måte, kunne det vært som hentet ut av en muslimsk catwalk.


Jeg tok en prat med over 20 jenter ved kjøpesenteret for å få svar på hva de la i hijab og mote. Samtlige understreket at de bar hijab av religiøse årsaker, men at de samtidig syntes det var lov å være både fin og tidsriktig.


- Jeg synes det er helt greit å gå med hijab og begynte da jeg var 13 år, fordi flere av venninnene mine gikk med hijab. Mest for å respektere Allah, men samtidig er det lov å være fin. Det handler om å være vakker, men ikke sexy, sier Sara (16), som er på shopping sammen med venninnene sine.



POPULÆRT : Color blocking er populært i Kairo. Hagar, Sara og Intessar valgte selv å gå med hijab, og understreker at for dem handler det om å kle seg pent, men ikke sexy. - Av og til savner jeg å kunne kle på meg noe litt mer sexy når jeg er ute, men det går greit. Jeg har valgt å gå med hijab, og da er det viktig at resten av antrekket ikke er for trangt og at jeg ikke har for mye sminke. Da tar jeg det igjen når vi har jentefest og kan gå med hva vi vil, ler Sara (17, i midten).


Akkurat hvor mye jentene tør å eksperimentere, varierer veldig. For mange er det bare den tradisjonelle hijaben som gjelder, og i farger som ikke tiltrekker seg oppmerksomhet. De mener at for eksempel den spanske varianten, som ikke dekker halsen, ikke er "gyldig" som hijab. For andre er hijab det ultimate moteplagget.


- Jeg har nettopp begynt å bruke den spanske varianten fordi den er tøffere og fordi familien helst vil. Men også på grunn av religion samtidig som jeg gjerne vil være moderne. Den spanske hijaben er letteste å kombinere med klærne, synes Nadine, som haster forbi med fargerik hijab som matcher den knallgule blusen perfekt.



BALANSEGANG: Nadine forteller at for henne gjelder det å finne en balanse mellom tradisjon og modernitet. Ved å bruke den spanske varianten, føler hun seg moderne, samtidig som hun respekterer Allah og lytter til familiens ønske om at hun skal bruke hijab.


Selv om dette varirer fra både familie til familie, kan vi gjøre en aldri så liten generalisering: Mens underklassen i større grad har en tendens til å kle seg konservativt, har mange middel- og overklassejenter i større frihet til både å velge om de vil gå med hijab og hvordan de vil gå med den.


- Som du ser har jeg valgt å gå med spansk, mens venninnen min ikke går i hijab i det hele tatt. Vi velger selv. Da jeg fylte 20 år bestemte jeg at det var riktig for meg å gå med hijab, sier Nora (26).


Mange av jentene forteller at de har mellom 20 og 50 hijaber hjemme, og når de i tillegg gjerne byttelåner med mor og søstre, er de rustet for ethvert plagg.



VARIASJON: Søstrene Iman og Farah deler gjerne hodetørkler. Da blir det enklere å finne noe til dagens antrekk, sier jentene.



FARGERIKE: Denne venninnegjengen kaster seg gjerne på den fargerike trenden.


- Hijab og abaya handler jo først og fremst om religion, men...


Rahma (46) lar hendene gli over de luksuriøse hijab-stoffene. Tykke, diamantbesatte ringer kjemper om oppmerksomheten med hodeplagget i dyreprint.


- Det er jo mulig å se bra ut, selv om man går i hijab eller niqab. Se her, jeg utrykker meg gjennom fargene på sjalet, samt med fargene på skjørtet som kommer frem under abayaen, fortsetter Rahma.



NIQAB MED STIL: Rahma (46) begynte å gå med niqab (ansikt, utenom øynene dekkes til) for 10 år siden. For henne er det likevel viktig å være moteriktig antrukket, og hun har derfor på seg sjal med dyreprint, samt litt farger på skjørtet. Hun var på shopping med datteren, men ønsket ikke at hun skulle være med på bildet.


For meg har hijab og niqab lenge vært et spennende tema. Enten man er av fan av hijab eller ikke, er det interessant å se hvordan kvinnene uttrykker sin stil og personlighet gjennom valg av hijab og klær. For myten som eksisterer blant enkelte, om at muslimske kvinner med hijab mister sin identitet, må bare legges død med en gang.


Maria Abdli (21) fra Narvik er DN Talents faste blogger. Du vil finne ukentlige oppdateringer fra studentlivet i Kairo på dn.no/talent.



Maria Abdli (21) blogger om livet som utvekslingsstudent i Kairo.


Maria Abdli tar en bachelorgrad i Midtøsten-studier og arabisk ved Sciences Po Paris. Dette året er hun på utveksling til Egypts hovedstad, Kairo.


Som en av de første vestlige kvinnene har hun fått studieplass ved det sunnimuslimske prestisjeuniversitetet al-Azhar. Her er hun halve uken for å studere islam.


De andre ukedagene tilbringer hun på Det franske kultursenteret og lærer arabisk med andre internasjonale studenter.


Tidligere innlegg


Toppskole i utlandet høsten 2014? - 12. juni 2013


Nå vet jeg hva de har under den lange, sorte - 4. juni 2013


Hvordan bli kvitt kakkerlakker, trakasserende gutter og all leselyst - 21. mai 2013


De som er bedre enn bøker - 10. mai 2013


De perfekte feriene for studentbudsjettet - 4. mai 2013


Dere skal ikke ha besøk. Av noen. Gutter. Jenter. Ingen. - 29. april 2013


Fikk eliteskolesjokk i Frankrike - 16. april 2013


Svarene Google ikke kan hjelpe deg med - 2. april 2013


Skal jeg redde verden eller meg selv? - 19. mars 2013


Her kan du leve som en kakse på studielånet - 4. mars 2013


Plutselig var jeg tidenes flaueste Midtøsten-student - 22. februar 2013


Det ultimate stedet å være før eksamen - 15. februar 2013


"Vi leverer ikke takeaway, det er revolusjon" - 5. februar 2013


Hei mamma. Fremme i Oman, ble med taxisjåføren hjem - 24. januar 2013


Mitt arabiske eventyr - 17. januar 2013



12.06.2013 - 13:21


Read More